• MTS AS-SALAFIYAH
  • Sumber Duko Pakong Pamekasan

APAKAH PANCASILA HARI INI MASIH SAKTI?

Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini bukan sekadar agenda tahunan, bukan pula hanya tentang upacara, pengibaran bendera, dan pembacaan teks Pancasila.

Ada pertanyaan yang jauh lebih penting untuk kita renungkan:

Apakah Pancasila hari ini benar-benar masih sakti?

Pertanyaan tersebut bukan untuk meragukan Pancasila. Justru sebaliknya, pertanyaan ini mengajak kita melihat apakah nilai-nilai Pancasila masih benar-benar hidup dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kesaktian Pancasila Bukan Hanya Soal Bertahan dari Ancaman

Secara historis, Hari Kesaktian Pancasila berkaitan erat dengan peristiwa politik dan kekerasan pada 30 September–1 Oktober 1965 serta upaya mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

Namun, tantangan terhadap Pancasila hari ini memiliki bentuk yang berbeda.

Ancaman terhadap persatuan tidak selalu datang dalam bentuk senjata. Ia dapat hadir melalui ujaran kebencian, intoleransi, perundungan, hoaks, provokasi di media sosial, sikap merasa paling benar, ketidakpedulian terhadap sesama, hingga lunturnya rasa gotong royong.

Karena itu, kesaktian Pancasila pada masa sekarang tidak cukup diukur dari apakah Pancasila masih tertulis di dinding sekolah, dibacakan dalam upacara, atau dihafalkan oleh peserta didik.

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah:

Apakah nilai Pancasila masih tercermin dalam perilaku kita?

Sila pertama mengajarkan kita untuk menghormati kehidupan beragama dan menjalankan keyakinan dengan penuh tanggung jawab.

Sila kedua mengingatkan bahwa setiap manusia harus diperlakukan secara adil dan beradab. Tidak boleh ada perundungan hanya karena seseorang berbeda kemampuan, latar belakang, atau pendapat.

Sila ketiga mengajarkan persatuan. Di tengah derasnya arus informasi dan perbedaan pandangan, kita perlu belajar bahwa berbeda bukan berarti harus bermusuhan.

Sila keempat mengajarkan pentingnya musyawarah. Dalam kehidupan sekolah maupun masyarakat, keputusan tidak selalu harus ditentukan oleh siapa yang paling keras berbicara, tetapi melalui proses mendengar, mempertimbangkan, dan mencari jalan bersama.

Sedangkan sila kelima mengingatkan kita tentang keadilan sosial. Kepedulian terhadap teman yang kesulitan, berbagi, tidak mengambil hak orang lain, serta memberikan kesempatan yang adil merupakan bentuk sederhana dari pengamalan sila kelima.

Dengan demikian, kesaktian Pancasila sebenarnya diuji setiap hari—di rumah, di madrasah, di masyarakat, bahkan di ruang digital.

Generasi muda hari ini hidup dalam dunia yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Sebuah komentar dapat dibaca oleh ribuan orang. Sebuah video dapat menjadi viral sebelum kebenarannya diketahui.

Di sinilah nilai Pancasila menjadi semakin penting.

Sebelum membagikan informasi, kita perlu bertanya: benarkah informasi ini?

Sebelum menulis komentar, kita perlu bertanya: apakah kata-kata saya menghormati orang lain?

Sebelum menyebarkan sesuatu tentang seseorang, kita perlu bertanya: apakah tindakan ini merugikan orang lain?

Literasi digital tanpa karakter dapat membuat teknologi menjadi alat untuk menyebarkan kebencian. Sebaliknya, teknologi yang digunakan dengan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi sarana untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, dan memberikan manfaat.

Seorang siswa mungkin mampu menghafalkan kelima sila dengan lancar. Tetapi kesaktian Pancasila bukan terletak pada seberapa cepat kita menghafalnya.

Pancasila menjadi bermakna ketika seorang siswa jujur meskipun tidak diawasi, menghormati temannya meskipun berbeda, membantu tanpa menunggu diminta, mau bermusyawarah ketika terjadi masalah, dan tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Pancasila tidak cukup hanya menjadi slogan dalam spanduk. Nilai-nilainya harus hadir dalam cara kita memperlakukan tetangga, menyelesaikan perbedaan, menggunakan media sosial, menjalankan amanah, dan mengambil keputusan.

Pancasila akan tetap sakti apabila nilai-nilainya terus hidup dalam perilaku bangsa Indonesia.

Sebaliknya, Pancasila dapat kehilangan makna apabila kita hanya menjadikannya sebagai hafalan, slogan, dan ritual tahunan tanpa berusaha mengamalkannya.

Hari Kesaktian Pancasila seharusnya bukan hanya momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi.

Mari bertanya kepada diri sendiri:

  • Sudahkah saya menghargai orang lain?
  • Sudahkah saya menjaga persatuan?
  • Sudahkah saya mau bermusyawarah?
  • Sudahkah saya berlaku adil?
  • Sudahkah saya menggunakan teknologi dengan bijak?

Sebab pada akhirnya, kesaktian Pancasila bukan hanya tanggung jawab pemerintah, bukan hanya tanggung jawab guru, dan bukan hanya tanggung jawab generasi terdahulu.

Kesaktian Pancasila adalah tanggung jawab kita semua.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila.

Komentar

Semoga bermanfaat dan barokah

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MTs As-Salafiyah Raih Juara 3 dan Juara 4 Lomba Gerak Jalan Tingkat Kecamatan Pakong Pamekasan

Pamekasan, 19 Agustus 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTs As-Salafiyah Sumber Duko dalam ajang Lomba Gerak Jalan Tingkat Kecamatan Pakong yang digelar pada Ra

19/08/2026 15:48 - Oleh MTs As-Salafiyah - Dilihat 75 kali
Empat Pasukan MTs As-Salafiyah Ramaikan Lomba Gerak Jalan Tingkat Kecamatan Pakong

Pakong, 19 Agustus 2026 — MTs As-Salafiyah Sumber Duko turut memeriahkan lomba gerak jalan tingkat Kecamatan Pakong dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesi

19/08/2026 03:44 - Oleh MTs As-Salafiyah - Dilihat 75 kali
Dari Halaman Putra dan Putri, As-Salafiyah Kobarkan Semangat Kemerdekaan Indonesia

Sumber Duko, 17 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh keluarga besar Yayasan As-Salafiyah melaksanakan upac

17/08/2026 11:05 - Oleh MTs As-Salafiyah - Dilihat 76 kali
Keluarga Besar MTs As-Salafiyah Mengucapkan Selamat Milad ke-15 SMK As-Salafiyah Sumber Duko Pakong

Dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, keluarga besar MTs As-Salafiyah mengucapkan Selamat Milad ke-15 kepada SMK As-Salafiyah Sumber Duko Pakong. Lima belas tahun merupakan perjalan

20/07/2026 13:03 - Oleh MTs As-Salafiyah - Dilihat 158 kali
PESTA Hari Ke-2: Peserta Dibekali Wawasan Kemadrasahan dan Ke-NU-an sebagai Pondasi Karakter Pelajar As-Salafiyah

 Pamekasan, 15 Juli 2026 – Pelaksanaan PESTA (Pesona Ta'aruf Siswa Baru) As-Salafiyah Tahun Ajaran 2026/2027 memasuki hari kedua dengan suasana yang semakin semarak dan penuh

15/07/2026 12:25 - Oleh MTs As-Salafiyah - Dilihat 153 kali